PLTU Lontar Perkuat Energi Hijau melalui Co-Firing dan Mangrove
- account_circle Redaksi
- calendar_month 10 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Keterangan Foto : Peserta kegiatan InPower Eco Action berfoto bersama di kawasan mangrove sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan dalam rangka HUT ke-31 Indonesia Power, 9 Oktober 2026.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SILOGISNEWS.com | TANGERANG — PT PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar memperkuat komitmen terhadap transisi energi bersih dan pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan biomassa sebagai bahan bakar pendamping batu bara serta penanaman ribuan bibit mangrove di kawasan pesisir Kabupaten Tangerang.
Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31 Indonesia Power yang dilaksanakan pada 9 Oktober 2026. Kedua inisiatif ini merupakan upaya perusahaan dalam mendorong pengembangan energi yang lebih ramah lingkungan sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.
PLTU Lontar yang memiliki kapasitas pembangkit 4 x 315 megawatt (MW) terus mengembangkan berbagai inisiatif untuk mendukung operasional pembangkit yang efisien dan menjaga keandalan pasokan listrik. Langkah tersebut juga diarahkan untuk mendukung target transisi energi nasional dan penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG).
Pada sektor lingkungan, PLTU Lontar melaksanakan penanaman ribuan bibit mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi perusahaan dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.
Mangrove memiliki fungsi ekologis penting sebagai penyerap dan penyimpan karbon atau blue carbon. Selain itu, ekosistem mangrove berperan melindungi kawasan pantai dari abrasi dan erosi serta menyediakan habitat bagi berbagai jenis biota laut.
Melalui kegiatan penanaman tersebut, perusahaan berupaya mendukung pelestarian keanekaragaman hayati dan menjaga keseimbangan lingkungan di kawasan pesisir.
Di sektor operasional, PLTU Lontar secara konsisten menerapkan program co-firing dengan memanfaatkan biomassa berupa sawdust atau serbuk gergaji yang berasal dari hasil samping industri pengolahan kayu.
Metode ini dilakukan dengan menggunakan biomassa sebagai bahan bakar pendamping batu bara. Pemanfaatan bahan bakar alternatif tersebut diharapkan dapat mengurangi porsi penggunaan batu bara serta mendukung upaya penurunan emisi gas rumah kaca.
Selain itu, penggunaan biomassa berpotensi membantu mengurangi emisi sulfur oksida (SOx) dan nitrogen oksida (NOx), bergantung pada karakteristik bahan bakar serta kondisi operasional pembangkit.
Karakteristik sawdust yang relatif homogen juga mendukung proses pencampuran dan pembakaran. Penerapannya tetap memperhatikan aspek teknis agar tidak mengganggu keandalan operasional unit pembangkit.
Sinergi antara pemanfaatan biomassa dan restorasi ekosistem mangrove menjadi bagian dari pendekatan keberlanjutan PLTU Lontar, yang mencakup aspek operasional pembangkit hingga pelestarian lingkungan.
Pelaksanaan program tersebut juga diarahkan agar sejalan dengan prinsip GCG, pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), serta agenda dekarbonisasi nasional.
Melalui momentum HUT ke-31 Indonesia Power, PLTU Lontar menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keandalan dan efisiensi pasokan listrik sembari mengembangkan upaya pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.
Upaya tersebut diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan, sekaligus mendukung peralihan menuju sistem energi Indonesia yang lebih hijau.
Tentang PLN Indonesia Power
PT PLN Indonesia Power merupakan subholding pembangkitan dari PT PLN (Persero) yang bergerak di bidang penyediaan energi listrik. Perusahaan terus mendorong pemanfaatan teknologi dan inovasi untuk mendukung pengembangan sektor energi yang berorientasi pada masa depan.
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar