Pemkab Tangerang Optimalkan 245 Hektare Lahan Pertanian Non Rawa, Enam Kelompok Tani Jadi Penerima Manfaat
- account_circle Redaksi
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Keterangan Foto : Kegiatan peninjauan program Optimalisasi Lahan Non Rawa di Kabupaten Tangerang sebagai upaya meningkatkan infrastruktur pengairan dan produktivitas pertanian.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SILOGISNEWS.COM | TANGERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) terus berupaya meningkatkan produktivitas sektor pertanian melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah) Non Rawa. Pada tahun anggaran 2026, program tersebut menyasar lahan seluas 245 hektare yang tersebar di lima kecamatan dengan melibatkan enam kelompok tani.
Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas lahan baku sawah (LBS) eksisting dan lahan non rawa melalui perbaikan infrastruktur pengairan, pengelolaan tata air, serta penyediaan sarana pendukung pertanian.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, menjelaskan bahwa kegiatan Optimalisasi Lahan Non Rawa merupakan program Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) Kementerian Pertanian yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026.
“Bentuk kegiatannya meliputi Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT), perbaikan sistem tata air dan pintu air, pembangunan irigasi perpompaan dan perpipaan, pembangunan jalan usaha tani, serta konservasi air,” ujar Ujang saat menghadiri acara lepas sambut dan serah terima jabatan di lingkungan DPKP Kabupaten Tangerang, Kamis (5/11/2026).
Menurutnya, program tersebut memiliki sejumlah manfaat, mulai dari meningkatkan Indeks Pertanaman (IP), mendorong hasil produksi pertanian, hingga memperbaiki infrastruktur pengairan dan kondisi lahan.
Dengan perbaikan sarana pengairan, ketersediaan air untuk kebutuhan pertanian diharapkan lebih terjaga. Upaya tersebut juga dapat membantu mengurangi risiko kekeringan maupun genangan air yang berpotensi mengganggu kegiatan budidaya tanaman.
Ujang menambahkan, berdasarkan petunjuk teknis Kementerian Pertanian, pelaksanaan kegiatan optimalisasi lahan dapat dilakukan oleh kelompok tani, gabungan kelompok tani (Gapoktan), Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A), maupun Brigade Pangan yang telah ditetapkan.
“Dalam program ini, seluruh kegiatan dilaksanakan dengan sistem swakelola oleh Unit Pengelola Kegiatan Kelompok (UPKK). Dana ditransfer langsung ke rekening kelompok melalui UPKK untuk selanjutnya dikelola dan digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Adapun enam kelompok tani penerima manfaat program Optimalisasi Lahan Non Rawa di Kabupaten Tangerang meliputi:
- Kelompok Tani Silih Asuh, Desa Sindang Asih, Kecamatan Sindang Jaya, diketuai H. Aca. Kegiatan berupa Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT).
- Kelompok Tani Sabrang Mandiri, Desa Badak Anom, Kecamatan Sindang Jaya, diketuai Warnoto. Kegiatan berupa Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT).
- Kelompok Tani Bunga Mekar, Desa Kubang, Kecamatan Sukamulya, diketuai Kartono. Kegiatan berupa pembangunan sumur bor.
- Kelompok Tani Mandiri Tani, Desa Kresek, Kecamatan Kresek, diketuai Maksudi. Kegiatan berupa pembangunan sumur bor.
- Kelompok Tani Pribumi III, Desa Lembangsari, Kecamatan Rajeg, diketuai Rusdi Wijaya. Kegiatan berupa pembangunan irigasi perpipaan.
- Kelompok Tani Blukbuk Luwung, Desa Blukbuk, Kecamatan Kronjo, diketuai Supiadi. Kegiatan berupa pembangunan irigasi perpompaan.
Melalui program tersebut, Pemkab Tangerang berharap perbaikan infrastruktur pertanian dapat memberikan dampak langsung terhadap aktivitas dan produktivitas petani. Selain itu, ketersediaan air yang lebih terjamin diharapkan mampu mendukung peningkatan produksi pangan daerah.
Program Optimalisasi Lahan Non Rawa juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan melalui pengelolaan sumber daya pertanian secara lebih efektif dan berkelanjutan.
- Penulis: Redaksi
- Sumber: Diskominfo Kab. Tangerang


Saat ini belum ada komentar