DPKP Tangerang dan BRIN Kembangkan Demplot Padi Sawah, Uji Teknologi Pertanian di Sepatan
- account_circle Redaksi
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Keterangan Foto : Tim DPKP Kabupaten Tangerang bersama pihak terkait melakukan kegiatan pengembangan demplot budi daya padi sawah di Desa Mekarjaya, Kecamatan Sepatan, Kamis (5/11/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SILOGISNEWS.COM | TANGERANG – Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melanjutkan pengembangan inovasi teknologi pertanian melalui kegiatan demonstrasi plot (demplot) budi daya padi sawah di kawasan Desa Mandiri Pangan (Demapan), Desa Mekarjaya, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (5/11/2026) tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan produktivitas lahan pertanian melalui penerapan teknologi berbasis riset dan pengelolaan lahan secara lebih efektif.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, menjelaskan bahwa tahapan kegiatan kali ini meliputi pengukuran lahan dan pemetaan petakan sebagai dasar pelaksanaan Demplot Super Impose.
Selain itu, tim juga melakukan pemetaan dosis pemupukan spesifik lokasi menggunakan drone berdasarkan hasil analisis citra digital. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung penerapan pemupukan yang lebih tepat sesuai kondisi dan kebutuhan lahan.
“Selain itu, dilakukan pemasangan alat AWD (Alternate Wetting and Drying) sebagai instrumen untuk memantau kondisi air pada lahan sawah. Teknologi ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan air irigasi yang lebih efektif dan efisien,” jelas Ujang.
Dalam kegiatan tersebut, tim BRIN juga melakukan aplikasi pupuk organik pada lahan demplot sebagai bagian dari tahapan persiapan dan perlakuan budi daya padi sawah.
Di sisi lain, DPKP Kabupaten Tangerang melakukan koordinasi dengan UPT Sumber Daya Air (SDA) V terkait ketersediaan dan kelancaran aliran air irigasi untuk memenuhi kebutuhan pengairan lahan percobaan.
Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, ditemukan kendala pada aliran air yang disebabkan oleh pendangkalan saluran irigasi tersier. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kebutuhan pengairan merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan kegiatan demplot.
“Kami berharap kondisi tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait agar kebutuhan air untuk lahan demplot seluas 1 hektare dapat terpenuhi dengan baik,” ungkap Ujang.
Ia menambahkan, kelancaran jaringan irigasi menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan penerapan teknologi budi daya padi sawah. Karena itu, koordinasi lintas instansi diperlukan agar kendala teknis yang ditemukan di lapangan dapat segera ditangani.
Melalui kolaborasi DPKP Kabupaten Tangerang dan BRIN, kegiatan demplot ini diharapkan dapat menjadi sarana pengujian sekaligus percontohan penerapan teknologi pertanian berbasis riset. Hasilnya diharapkan dapat menjadi referensi bagi petani dalam meningkatkan produktivitas lahan dan mendukung ketahanan pangan daerah.
- Penulis: Redaksi
- Sumber: Diskominfo Kab. Tangerang


Saat ini belum ada komentar